Ketika melihat kehidupan yang telah saya lalui, saya melihat banyak
orang telah membimbing kehidupan saya. Saya melihat teman-teman, tetangga,
para pendidik, pada rohaniawan, para pemimpin, guru-guru sekolah minggu,
pemilik yayasan, pelaku-pelaku bisnis dan para pelatih yang sangat
berarti bagi perkembangan diri saya.
Saya menghargai dan mengagumi
mereka semua, tetapi tidak ada yang bisa dibandingkan dengan pelajaran
yang saya terima dari kedua orag tua saya. Alasan mengapa mereka sangat
berarti bagi saya adalah karena mereka memberikan pelajaran dengan
perhatian, kasih sayang, kebaikan, dan cinta. Saya selalu menyadari
bahwa saya benar-benar dicintai. Mereka menunjukkan jejak kaki mereka di
dunia ini dan menantangku agar bisa melebihi apa yang telah mereka
capai.
Mereka mengajari saya untuk memancarkan perhatian cinta kasih
kepada setiap orang yang saya temui di dalam kehidupan ini. Saya harus
menghargai tetangga saya, jika saya ingin merawat diri saya sendiri.
Saya harus memenuhi kebutuhan orang lain yang tidak berdaya, jika saya
ingin mampu memenuhi kebutuhan saya sendiri. Saya harus berbagi diri,
jika saya ingin berkembang dan mengerti pemahaman yang benar dalam
hidup. Saya harus menjadi pengikut yang penuh pengertian, jika saya
ingin bisa menjadi seorang pemimpin.
Salah satu pelajaran yang
tersulit didalam hidup yang telah saya pelajari adalah hidup bukanlah
berarti segalanya tentang saya. Saya harus membuat semua kesempatan yang
disuguhkan kepada saya, untuk membuat suatu perubahan kepada
orang-orang yang saya temui di dalam perjalanan hidup saya.
Love,
Metta
Love,
Metta